Selasa, 10 Februari 2009
BAGAIMANA MEMBUAT GENERATOR LISTRIK SEDERHANA DENGAN MAGNET PERMANEN 2
Hubungan 1 Phasa (magnet dan coil berjumlah sama dan saling berhadapan):
Bahan-bahan:8 bh magnet.700 gr kawat email 0.3mm.1 bh plat besi 1mm uk 10.5 x 10.5 cm, bentuk menjadi bulat, atau oktagon.3 bh hardboard tebal 10mm (papan juga boleh) uk 14 x 14 cm.1 bh baut batangan dia 6mm (pjgnya 1m, potong 20 cm), mur 10 bh, ring 4 buah.2 Ball bearing (laher) mesin bor listrik, no 608ZZ.1 lem super atau lem epoxy.½ kg resin fiberglas, dan 1 ons katalis.4 bh dioda 5A.Lain2: selotip transparan, lakban, sedikit plat almunium tipis.
Membuat dudukan stator:
Ambil hardboard I (14 x 14 cm), bagi 4, tentukan titik tengahnya, buat lingkaran, lalu potong ½ lingkaran saja. Dari titik tengah, buat lingkaran dia. 13 cm, bagilah menjadi 8. Gabungkan hardboard II, tandai mengikuti lingkaran yg sudah terpotong, lalu bor titik tengahnya dg mata bor 4mm, pisahkan kembali. Bor kembali titik tengah masing2 hardboard dg bor kipas (atau terserah) 21mm sedalam 5mm (tebalnya ball bearing/laher). Bor lagi titik tengah kedua hardboard dg mata bor 8mm spy baut bisa tembus. Potong ½ lingkaran hardboard II mengikuti garis. Jadi hardboard I utk tempat koil, hardboard II utk belakangnya.
Menggulung koil:
Buatlah terlebih dahulu coil winder, dari kayu atau besi, uk 6 x 4.5 cm (lih gambar). Potong pipa pralon listrik ¼in dan pipa almunium bekas antena TV sepanjang 12mm. Lebihkan kawat email 10cm, belitkan keluar pd mur, mulailah menggulung sebanyak 400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Setelah selesai, lebihkan kawat 10cm, potong, belitkan pd mur beberapa gulung. Potong 2 bh kawat 10cm, ikatkan pd gulungan, agar kalau nanti dilepas dari dudukan tidak terurai. Buka mur2nya, lepaskan formernya, lepaskan gulungannya, arahkan ujung2 kawat koil kebagian lingkaran yg besar, lalu selotip dg ketat kedua sisi koilnya sebelum melepas ikatan kawat. Kawat bekas ikatan jangan dibuang, karena masih bisa dipakai kembali. Buatlah koil sebanyak 8 buah.
Menempatkan koil:
Letakkan tiap2 koil diatas hardboard I yg sudah dibagi 8 tadi diujungnya, tepat ditengah-tengah garis. Kawat keluarannya harus berada diatas. Gunakan selotip memotong lebar koil spy tidak berubah. Setelah yakin posisi tiap2 koil, campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 4 tetes katalis, aduk cepat rata, lalu segera tuangkan ditengah masing2 koil. Biarkan mengeras. Bila kurang, boleh tambah resinnya. Resin harus cepat2 dituang, karena cepat mengental, apalagi bila katalisnya kebanyakan. Bila resin telah keras, lingkarkan lakban sekeliling luar koil2, tutup lubang tengah dg selotip, campur ½ gelas resin + 6 tetes katalis, tuangkan.
Menggabungkan koil:
Amplas atau kerik lapisan email pd tiap2 ujung koil sepanjang 1cm. Kawat tengah adalah awal (A), kawat yg disamping luar adalah buntut (B). Beri nomor 1-8 searah jarum jam. Gabungkanlah (dililitkan lalu disolder, potong bila kepanjangan): 1A-2A, 2B-3B, 3A-4A, 4B-5B, 5A-6A, 6B-7B, 7A-8A.
Maka tersisa 1B dan 8B, itulah outputnya yg nantinya akan dihubungkan ke bridge rectifier (yaitu rangkaian 4 bh dioda).
Membuat Rotor:
Catatan: dudukan rotor boleh dari kayu atau besi (Buka besi coran), tapi yg terbaik adalah besi.
Setelah plat besi dibuat bulat/oktagon, amplas bersih, lalu bagilah menjadi 8 (45 derajat). Bor titik tengah dg mata bor 8mm. Tempatkan magnet ke 1 diujung tepat ditengah garis (sebelumnya beri lem super setetes di platnya) . Letakkan magnet ke 2 disebelahnya dg kutub yg berbeda. Caranya: dekatkan magnet ke 2 diatas magnet ke 1, bila saling menolak maka langsung letakkan; bila saling menarik maka balikkan magnetnya lalu letakkan. Untuk sisa magnet yg lain lakukan hal yg serupa, tapi sisakan satu, sehingga membentuk pola N-S-N-S. Magnet terakhir gunakan utk mengecek apakah posisi kutub tiap magnet berbeda. Bila sudah benar semua, letakkan magnet terakhir ini ditempatnya. Intinya adalah bahwa pada tiap satu garis lurus, terdapat 2 magnet yg kutubnya sama. Tidak usah memikirkan mana yg S dan mana yg N, tidak begitu penting. Kalau penasaran, dekatkan magnet ke kompas utk mengetahui kutub2nya.
Masukkan baut batangan yg sudah dipotong menjadi 20 cm, kencangkan dg mur. Tambahkan 2 mur lagi dibagian depan (atau sama tingginya dg tebal magnet), kencangkan. Kelilingi rotor dg lakban (spy resin tidak mengalir keluar), lalu letakkan ditempat yg datar. Setelah itu campurlah ½ gelas resin dg 4 tetes katalis, aduk cepat sampai rata, kemudian segera tuang keatas plat rotor hingga rata. Tujuan direndam dg resin adalah agar pd putaran kencang magnet tidak terlepas dari dudukannya. Diamkan hingga mengeras. Paling tidak ½ tebal magnet terendam.
Menggabungkan rotor dengan stator:
Lapis sekeliling baut rotor belakang setebal bearing dg plat almunium tipis, agar baut tidak longgar bila dimasukkan ke bearing. Gunakan mur untuk “memaksa” bearing masuk hingga mentok. Masukkan bearing II didepan tapi jangan dulu dilapis. Masukkan rotor ke rumah stator, gabung rumah stator bagian belakang, lalu coba lihat apakah rotor bebas berputar atau tidak. Bila tidak maka tambahkan baut, atau ring. Usahakan jarak rotor dg stator 1-2mm. Bila sudah dapat bebas berputar, baru lapisi sekeliling baut depan dg plat almunium. Gunakan hardboard yg tersisa sebagai dudukan bawah rumah stator, dipaku atau di sekrup. Untuk menutup bagian atas bisa dg plastik fiber atau plat seng.
Hubungkan 2 kawat keluaran stator ke bridge rectifier. Putarlah as dg tangan, boleh kekiri atau kekanan sama saja, karena keluarannya tetap AC (sebelum dihubungkan ke bridge), ukur dg DC voltmeter (karena sudah masuk bridge maka keluarannya menjadi DC). Semakin kencang diputar semakin tinggi voltasenya.
Hubungan 3 Phasa ( Rumus: M/2 x 3):
Caranya sama seperti membuat 1 phasa, hanya jumlah magnet dan koilnya berbeda. Kalau pada 1 phasa magnet dan koil semuanya saling berhadapan. Sedangkan pada 3 phasa ini ada sebagian koil yg berhadapan dg magnet, dan yg sebagian lagi berada diantara dua magnet. Kalau pada 1 phasa jumlah magnet dan koil sama, pada 3 phasa ini jumlah magnet lebih sedikit daripada jumlah koil. Perbandingan antara magnet dg koil adalah: M/2 x 3. Bila magnetnya 4, maka koil: 4/2 x 3= 6. Bila magnetnya 8, maka koil: 8/2 x 3= 12. Bila magnetnya 10, maka koil: 10/2 x 3= 15; dst.
Harus diingat bahwa jumlah magnet harus genap (karena harus ada 2 buah kutub), dan pada setiap garis lurus terdapat 2 magnet yg sama kutubnya.
Pada koil jumlahnya bisa genap atau ganjil tergantung dari banyaknya magnet. Sedangkan penggabungan koilnya adalah 2 bh koil jadi satu pada setiap masing2 garis lurus.
Pada 1 phasa bridge rectifier hanya 1 bh, pada 3 phasa tiap phasa punya masing2 bridge rectifier (3 bh).
Dibawah ini cara membuat generator 3 phasa.
Menggunakan 4 magnet 6 coil:
Perhatikan posisi koil. Ada 2 koil yg berhadapan dg magnet (koil 1 & 4 diatas magnet 1 & 3), 4 koil berada diantara magnet ( ½ bagian koil 2 & 3 diatas magnet 2, ½ bagian koil 5 & 6 diatas magnet 4).
Untuk menggabungkan koilnya adalah (searah jarum jam): 1B-4A, 2B-5A, 3B-6A. Maka akan tersisa: 1A, 2A, 3A, 4B, 5B, 6B. Gabungkanlah 1A-2A-3A, sisanya dihubungkan ke masing2 bridge rectifier. Ini adalah hubungan 3 phasa formasi Star. Pada formasi StarDelta voltasenya lebih kecil tetapi amperenya besar. Formasi Delta: 1A-6B gabung ke bridge, 2A-4B gabung ke bridge, 3A-5B gabung ke bridge. Formasi Star dipakai bila kekuatan pemutar generator tidak begitu besar, sedangkan formasi Delta dipakai bila putarannya tinggi.
Toko penjual magnet permanen:Mustang Teknik, Glodok Jaya Blok D1/14, telp. (021) 6598056, Jakbar.Situs Hydro:http://sleekfreak.ath.cx:81/3wdev/CD3WD/INDEX.HTMhttp://www.buildsolar.com/Projects/Hydro/hydro.htm#SmallHydrohttp://wondermagnet.com/other/hydro.htmlhttp://www.reuk.co.uk/Building-a-Waterwheel.htmhttp://otherpower.com/otherpower_hydro.htmlhttp://www.energyplanet.info/Micro_Hydro/http://www.green-trust.org/hydro.htmhttp://home.carolina.rr.com/microhydro/menu.htmlhttp://www.wildwaterpower.com/http://www.earthgarden.com.au/waterwheel.htmlhttp://hometown.aol.com/slee529282/bturb.htmhttp://runnerduck.com/projects.htmhttp://www.informit.com/articles/articles.aspx?p=413663Situs Wind:http://www.otherpower.comhttp://www.mdpub.comhttp://www.wondermagnet.comhttp://renewables4africa.com/http://www.windstuff.comhttp://www.yourgreendream.comhttp://www.energyplanet.comhttp://www.greeleynet.comhttp://www.instructables.comhttp://www.thebackshed.comhttp://sleekfreak.ath.cx:81/3wdev/INDEX.HTMbasic aerodynamic operating principles of windturbineshttp://www.awea.org/faq/vawt.html
Generator listrik
Generator listrik
Generator abad 20 awal
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanikal, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apapun sumber energi mekanik yang lain.
Pengembangan
Sebelum hubungan antara magnet dan listrik ditemukan, generator menggunakan prinsip elektrostatik. Mesin Wimshurst menggunakan induksi elektrostatik atau "influence". Generator Van de Graaff menggunakan satu dari dua mekanisme:
Penyaluran muatan dari elektroda voltase-tinggi
Muatan yang dibuat oleh efek triboelectric menggunakan pemisahan dua insulator
Generator elektrostatik tidak efisien dan berguna hanya untuk eksperimen saintifik yang membutuhkan voltase tinggi.
Faraday
Cakram Faraday
Generator portabel (pandangan samping)
Generator portabel (pandangan sudut)
Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listrik yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dia membuat generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini, menggunakan cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus searah yang kecil. Desain alat yang dijuluki ‘cakram Faraday’ itu tidak efisien dikarenakan oleh aliran arus listrik yang arahnya berlawanan di bagian cakram yang tidak terkena pengaruh medan magnet. Arus yang diinduksi langsung di bawah magnet akan mengalir kembali ke bagian cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus balik itu membatasi tenaga yang dialirkan ke kawat penghantar dan menginduksi panas yang dihasilkan cakram tembaga. Generator homopolar yang dikembangkan selanjutnya menyelesaikan permasalahan ini dengan menggunakan sejumlah magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram untuk mempertahankan efek medan magnet yang stabil. Kelemahan yang lain adalah amat kecilnya tegangan listrik yang dihasilkan alat ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melalui fluks magnetik.
Dinamo
Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu mengantarkan tenaga untuk industri, dan masih merupakan generator terpenting yang digunakan pada abad 21. Dinamo menggunakan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi listrik arus bolak-balik.
Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada 1832 oleh Hippolyte Pixii, seorang pembuat alat Prancis. Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar oleh sebuah "crank". Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga kutub utara dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus dengan kawat. Pixii menemukan bahwa magnet yang berputar memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil". Lebih jauh lagi, kutub utara dan selatan magnet menginduksi arus di arah yang berlawanan. Dengan menambah sebuah komutator, Pixii dapat mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.
Dinamo Gramme
Namun, kedua desain di atas menderita masalah yang sama: mereka menginduksi "spike" arus diikuti tanpa arus sama sekali. Antonio Pacinotti, seorang ilmuwan Italia, memperbaikinya dengan mengganti "coil" berputar dengan yang "toroidal", yang dia ciptakan dengan mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari "coil" terus melewati magnet, membuat arus menjadi lancar. Zénobe Gramme menciptakan kembali desain ini beberapa tahun kemudian ketika mendesain pembangkit listrik komersial untuk pertama kalinya, di Paris pada 1870-an. Desainnya sekarang dikenal dengan nama dinamo Gramme. Beberapa versi dan peningkatan lain telah dibuat, tetapi konsep dasar dari memutar loop kawat yang tak pernah habis tetap berada di hati semua dinamo modern.
Generator abad 20 awal
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanikal, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apapun sumber energi mekanik yang lain.
Pengembangan
Sebelum hubungan antara magnet dan listrik ditemukan, generator menggunakan prinsip elektrostatik. Mesin Wimshurst menggunakan induksi elektrostatik atau "influence". Generator Van de Graaff menggunakan satu dari dua mekanisme:
Penyaluran muatan dari elektroda voltase-tinggi
Muatan yang dibuat oleh efek triboelectric menggunakan pemisahan dua insulator
Generator elektrostatik tidak efisien dan berguna hanya untuk eksperimen saintifik yang membutuhkan voltase tinggi.
Faraday
Cakram Faraday
Generator portabel (pandangan samping)
Generator portabel (pandangan sudut)
Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listrik yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dia membuat generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini, menggunakan cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus searah yang kecil. Desain alat yang dijuluki ‘cakram Faraday’ itu tidak efisien dikarenakan oleh aliran arus listrik yang arahnya berlawanan di bagian cakram yang tidak terkena pengaruh medan magnet. Arus yang diinduksi langsung di bawah magnet akan mengalir kembali ke bagian cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus balik itu membatasi tenaga yang dialirkan ke kawat penghantar dan menginduksi panas yang dihasilkan cakram tembaga. Generator homopolar yang dikembangkan selanjutnya menyelesaikan permasalahan ini dengan menggunakan sejumlah magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram untuk mempertahankan efek medan magnet yang stabil. Kelemahan yang lain adalah amat kecilnya tegangan listrik yang dihasilkan alat ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melalui fluks magnetik.
Dinamo
Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu mengantarkan tenaga untuk industri, dan masih merupakan generator terpenting yang digunakan pada abad 21. Dinamo menggunakan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi listrik arus bolak-balik.
Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada 1832 oleh Hippolyte Pixii, seorang pembuat alat Prancis. Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar oleh sebuah "crank". Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga kutub utara dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus dengan kawat. Pixii menemukan bahwa magnet yang berputar memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil". Lebih jauh lagi, kutub utara dan selatan magnet menginduksi arus di arah yang berlawanan. Dengan menambah sebuah komutator, Pixii dapat mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.
Dinamo Gramme
Namun, kedua desain di atas menderita masalah yang sama: mereka menginduksi "spike" arus diikuti tanpa arus sama sekali. Antonio Pacinotti, seorang ilmuwan Italia, memperbaikinya dengan mengganti "coil" berputar dengan yang "toroidal", yang dia ciptakan dengan mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari "coil" terus melewati magnet, membuat arus menjadi lancar. Zénobe Gramme menciptakan kembali desain ini beberapa tahun kemudian ketika mendesain pembangkit listrik komersial untuk pertama kalinya, di Paris pada 1870-an. Desainnya sekarang dikenal dengan nama dinamo Gramme. Beberapa versi dan peningkatan lain telah dibuat, tetapi konsep dasar dari memutar loop kawat yang tak pernah habis tetap berada di hati semua dinamo modern.
Teknologi Nano Gandakan Kekuatan Beton
Teknologi Nano Gandakan Kekuatan Beton
Konstruksi bangunan menjadi dua kali lebih kokoh, tahan gempa, dan kedap air laut menggunakan bahan konstruksi nanosilika. Material jenis ini dapat dihasilkan melalui pengolahan silika yang melimpah ruah di Indonesia dengan teknologi nano. "Dengan campuran 10 persen bahan nanosilika, kekuatan beton bertambah menjadi dua kali lipatnya," kata penemu dan pemilik paten nanosilika Dr. Nurul Taufiqu Rochman di sela Konferensi Internasional Advanced Material and Practical Nanotechnology di Serpong, Banten, Senin (4/9). Indonesia, ujar Peneliti dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu, memiliki potensi silika hingga miliaran ton. Bahan tersebut dapat ditemukan di berbagai tempat seperti pantai, pegunungan, dan lain-lain sehingga dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Untuk mengolah silika, ujar Nurul, pihaknya telah mematenkan alat pengolah khusus ball mill. Alat ini yang menghancurkan mineral tersebut hingga berukuran nanometer (sepermiliar meter). Nanosilika harganya hanya 30 persen lebih mahal daripada semen, namun kualitasnya mencapai dua kali lipat. Produksi nanosilika dalam negeri menjadi alternatif untuk menggantikan mikrosilika yang saat ini masih diimpor dan dengan harga relatif jauh lebih mahal. "Mikrosilika adalah silika yang digiling dengan peralatan penggilingan biasa sebagai bahan konstruksi beton. Namun nanosilika diproses dengan ball mill yang hasilnya menjadi lebih halus lagi sehingga menjadi lebih kuat," katanya. Di masa depan, ia berharap konstruksi sipil seperti bangunan, jembatan, terowongan, bahkan bangunan di dalam laut menjadi lebih murah dan sederhana dengan nanosilika. Sangat terlambatKetua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI) itu mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah sangat terlambat memasuki dunia nanoteknologi yang jika tidak segera memulainya sekarang juga bakal menghadapi banyak masalah di masa depan. Nurul yang dalam kesempatan itu juga meluncurkan buku Nano-Edu, buku pengenalan teknologi nano untuk pelajar, meminta pemerintah lebih memasyarakatkan teknologi nano kepada anak-anak sejak dini. "Di Jepang, sekarang semua lab sudah menggunakan nama nano, jika tidak, lab itu tak akan dilirik. Itu mencerminkan di masyarakat dunia, teknologi nano sudah memasyarakat. Sayangnya di Indonesia, orang masih bertanya-tanya benda apakah nano itu," katanya. Di luar negeri, ujarnya, kaca-kaca bangunan tinggi sudah menggunakan teknologi nano sehingga selalu bersih dan tak perlu perawatan, kosmetik penahan virus juga sudah diproduksi. Teknologi nano, ujarnya, mampu menyusun atom atau molekul karbon yang terdapat dalam batubara dan grafit menjadi sebutir berlian yang berkilauan. "Itu karena atom-atom yang terdapat dalam grafit sama persis dengan atom-atom dalam berlian, yang berbeda hanya strukturnya dan dapat direkayasa dengan teknologi nano," ujarnya. Karena itu Indonesia jangan sampai hanya menonton saja dan menjadi negara pengimpor berbagai produk hasil teknologi nano. Namun, bangsa Indonesia harus berperan aktif bahkan menjadi pengekspor bahan-bahan hasil teknologi nano. Sumber: Antara/Wah/WB
Energi Surya Bisa Dikembangkan Secara Ekonomis
Energi Surya Bisa Dikembangkan Secara Ekonomis
Energi surya bisa segera dimulai pengembangannya secara besar-besaran di Indonesia dengan penemuan sel surya (solar-cell) tipe dye sensitive. Teknologi ini jauh lebih ekonomis dari silikon sehingga tak memerlukan investasi mahal. "Selama ini, meski Indonesia negara tropis yang sinar mataharinya melimpah ruah, energi surya tak bisa dikembangkan secara optimal karena investasinya sangat mahal dan sel suryanya masih diimpor," kata Pakar Teknik Fisika ITB, Dr. Brian Yuliarto, di sela Konferensi Internasional Advanced Material and Practical Nanotechnology di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Banten, Senin (4/9). Sel surya tipe dye sensitive menggunakan bahan Titanium Dioksida (TiO2), Seng Dioksida (ZnO2) atau sejenisnya. Material tersebut dapat menggantikan fungsi silikon yang saat ini menghabiskan 70 persen dari harga sel surya itu sendiri. "Proses pembuatan sel surya dengan silikon memerlukan peralatan khusus yang mahal dan ruang yang bersih sehingga harga sel surya menjadi mahal dan menghambat masyarakat menggunakan tenaga matahari," katanya. Sedangkan, harga TiO2 dan ZnO2, ujar penemu sel surya tipe dye sensitive itu, seperempat lebih murah harga silikon. "Itulah mengapa dibandingkan dengan harga listrik PLN, listrik dari sistem surya itu lebih mahal 30 kalinya. Jika listrik PLN harus dibayar Rp100 ribu per bulan, maka listrik dari sel surya memerlukan investasi awal Rp3 juta, meski untuk seterusnya tak perlu membayar, namun daya tahannya sudah habis sebelum investasi itu balik modal," katanya. Namun ia mengakui, jika efisiensi energi surya dari bahan silikon mencapai 24 persen, TiO2 hanya 11 persen, bahkan ZnO2 lebih rendah lagi. Tapi, di masa depan tipe dye sensitive ini akan semakin efisien. Pada 2008, setelah paten sel surya habis masa berlakunya dan energi surya semakin efisien, ujarnya, maka dunia akan besar-besaran menggunakan sel surya sebagai energi alternatif. "Untuk sekarang, seharusnya sudah dimulai penggunaan energi surya untuk lampu-lampu jalan dan rambu lalu lintas di Jakarta," ujarnya. Sumber : Antara/Kompas/Wah/WB
Energi surya bisa segera dimulai pengembangannya secara besar-besaran di Indonesia dengan penemuan sel surya (solar-cell) tipe dye sensitive. Teknologi ini jauh lebih ekonomis dari silikon sehingga tak memerlukan investasi mahal. "Selama ini, meski Indonesia negara tropis yang sinar mataharinya melimpah ruah, energi surya tak bisa dikembangkan secara optimal karena investasinya sangat mahal dan sel suryanya masih diimpor," kata Pakar Teknik Fisika ITB, Dr. Brian Yuliarto, di sela Konferensi Internasional Advanced Material and Practical Nanotechnology di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Banten, Senin (4/9). Sel surya tipe dye sensitive menggunakan bahan Titanium Dioksida (TiO2), Seng Dioksida (ZnO2) atau sejenisnya. Material tersebut dapat menggantikan fungsi silikon yang saat ini menghabiskan 70 persen dari harga sel surya itu sendiri. "Proses pembuatan sel surya dengan silikon memerlukan peralatan khusus yang mahal dan ruang yang bersih sehingga harga sel surya menjadi mahal dan menghambat masyarakat menggunakan tenaga matahari," katanya. Sedangkan, harga TiO2 dan ZnO2, ujar penemu sel surya tipe dye sensitive itu, seperempat lebih murah harga silikon. "Itulah mengapa dibandingkan dengan harga listrik PLN, listrik dari sistem surya itu lebih mahal 30 kalinya. Jika listrik PLN harus dibayar Rp100 ribu per bulan, maka listrik dari sel surya memerlukan investasi awal Rp3 juta, meski untuk seterusnya tak perlu membayar, namun daya tahannya sudah habis sebelum investasi itu balik modal," katanya. Namun ia mengakui, jika efisiensi energi surya dari bahan silikon mencapai 24 persen, TiO2 hanya 11 persen, bahkan ZnO2 lebih rendah lagi. Tapi, di masa depan tipe dye sensitive ini akan semakin efisien. Pada 2008, setelah paten sel surya habis masa berlakunya dan energi surya semakin efisien, ujarnya, maka dunia akan besar-besaran menggunakan sel surya sebagai energi alternatif. "Untuk sekarang, seharusnya sudah dimulai penggunaan energi surya untuk lampu-lampu jalan dan rambu lalu lintas di Jakarta," ujarnya. Sumber : Antara/Kompas/Wah/WB
Bahan Bakar Nabati untuk Motor
Melirik Bahan Bakar Nabati untuk Motor
Pengurangan emisi karbondioksida (CO2) dari sektor transportasi diprediksi masih sulit dilakukan. Ini lantaran begitu pesatnya pertumbuhan populasi otomotif dari sisi kebutuhan dan permintaan. Padahal, dalam persentase, emisi CO2 di dunia dari sektor transportasi yang menyebabkan pemanasan global mencapai 13,5 persen. Untuk mengurangi emisi C02 dari sisi suplai, kecenderungan perkembangan teknologi (motor bakar) adalah konsumsi energi yang rendah, emisi rendah, dan performa yang maksimal. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan pengendalian proses pembakaran dengan teknologi tinggi dan sifat bahan bakar yang spesifik, ramah lingkungan, dan berkualitas. Sementara, peran Indonesia dalam hal teknologi tinggi di bidang otomotif adalah pengguna yang sangat tergantung pada indutri prinsipal atau original equipment manufacturer. ''Tapi, dalam masalah bahan bakar kita mempunyai potensi tinggi, terutama bahan bakar alternatif baik baru maupun terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan kecenderungan perkembangan motor bakar,'' ujar peneliti di Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman K Reksowardojo dalam Konggres Ilmu Pengetahuan Nasional IX, pekan lalu. Menurut Iman, berbagai pilihan teknologi motor untuk menurunkan emisi C02 dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yakni konsep motor, bahan bakar alternatif, dan konsep selain teknologi motor. ''Dalam penggunaan bahan bakar alternatif, bahan bakar nabati berhasil menarik perhatian, rasa ingin tahu, dan menggairahkan dibanding yang lain,'' jelasnya. Pasalnya, kata Iman, perubahan teknologi yang dibutuhkan tidak banyak, hampir semua bahan bakar nabati dapat dicampurkan dengan bahan bakar tradisional. ''Jadi kendaraan dan infrastruktur distribusi bahan bakar dapat menggunakan yang telah ada,'' cetusnya. Namun demikian, ingat Iman, lahan yang digunakan untuk tanaman energi terbatas dan berpotensi terjadi konflik antara pasar makanan dan pasar bahan bakar. Lebih jauh dia menyatakan, bahan bakar nabati dapat menyebabkan konversi hutan menjadi tanah untuk tanaman energi yang mungkin akan merusak lingkungan secara permanen. ''Di lain pihak, bahan bakar gas, baik liquefied petroleum gas (LPG) dan compressed natural gas (CNG) sudah hadir bersamaan dengan bahan bakar tradisional lainnya,'' tegasnya. Bahan bakar gas, kata Iman, walau merupakan bahan bakar fosil, akan mengemisikan CO2 lebih rendah dibanding dengan bahan bakar tradisional. Juga, penyesuaian teknologi yang diperlukan relatif sederhana dan terjangkau. ''Jadi, dengan harga yang rendah dan insentif pajak, bahan bakar gas merupakan alternatif yang tersedia untuk jangka pendek di masa depan. Tapi, ini memerlukan infrastruktur tambahan,'' ingatnya. Sebelumnya, pendapat para pakar otomotif menyatakan bahwa motor bensin dan diesel masih akan mendominasi otomotif hingga beberapa dekade ke depan. Dr Klaus Draeger dari produsen mobil BMW menyatakan, perbaikan melalui 'pengecilan motor', muatan ruang bakar, dan injeksi langsung bahan bakar, memberi jalan dan potensi untuk menurunkan emisi di masa depan. Konvergensi antara konsep motor bensin dan diesel juga menjadi pilihan yang memungkinkan, sebagai konsep yang mengkombinasikan keuntungan kedua konsep teknologi tersebut. Di sisi lain Iman mengaku efisiensi dari motor bahan bakar torak akan terus meningkat dengan majunya elektrifikasi dan hibridisasi. Motor listrik kecil akan digunakan untuk sisem start-stop, pengereman regeneratif, dan 'pembantu motor'. Dalam hal sistem hibrida penuh (full hybrids) karena biaya tinggi untuk perolehan emisi, maka perkembangan pasar akan rendah. ''Konsumen diprediksi tak bersedia membayar lebih untuk teknologi ini. Selain itu sistem hibrida penuh masih mempunyai kelemahan dalam penyimpanan energi,'' cetusnya. Dengan melihat jauh ke depan, kata Iman, peran motor bakar torak akan digantikan oleh sel bahan bakar (fuel cell) dengan mengambil manfaat perkembangan komponen-komponen hibrida. '' Jadi ini akan mengurangi biaya perubahan dari satu konsep teknologi ke konsep teknologi lain, seperti halnya motor bakar torak ke hibrida,'' jelasnya. Namun, Iman memprediksi dominasi sel bahan bakar masih belum terjadi dekade ke depan, meski sel bahan bakar akan diintroduksi pada pertengahan periode berikutnya. ''Masih dibutuhkan beberapa tahun untuk dapat diterima sepenuhnya oleh konsumen, bukan hanya soal harga, tapi fungsi juga harus atraktif. Selain itu, juga membutuhkan infrastruktur dan kendaraan yang mempunyai ketahanan baik dan akhirnya masalah biaya dari umur kendaraan,'' tegasnya. Terlepas dari semua yang dijelaskan, kata Iman, sel bahan bakar sudah menjadi topik yang penting sehingga setiap industri otomotif yang besar tidak dapat mengabaikannya lagi. ''Tapi, ini masih membutuhkan waktu,'' ingatnya. Konsekuensinya, kata Iman, motor bakar torak masih akan menjadi bagian penting dari transportasi beberapa dekade ke depan. Walau ini terlihat seperti menjauhkan dari mimpi 'nir emisi', lanjut dia, tapi ini memperlihatkan bahwa perbaikan motor bakar torak saat ini adalah krusial untuk lingkungan dan bukan hanya solusi jangka pendek. ''Sama halnya dengan hibrida yang merupakan jembatan teknologi menuju sel bahan bakar,'' jaminnya. Iman berpendapat, Indonesia akan mengalami kesulitan jika mencoba berkontribusi pada pilihan teknologi konsep motor dan konsep selain teknologi motor. ''Masalahnya, peran Indonesia pada teknologi industri otomotif hanya sebagai pengguna dan tidak memiliki potensi mengaplikasi teknologi tinggi,'' keluhnya. Namun, pada pilihan bahan bakar alternatif terutama bahan bakar nabati, kata Iman, Indonesia mempunyai potensi dan kesempatan besar berperan dalam pengembangan, penelitian, penggunaan, dan produksi. Ia lantas menyebutkan potensi Indonesia sebagai negara nomor dua setelah Brasil dalam hal keanekragaman hayati darat dan nomor satu bila keanekaragaman hayati air diperhitungkan. ''Ini merupakan sumber energi nabati yang dapat diubah menjadi bahan bakar nabati,'' tegasnya. eberapa penelitian melaporkan bahwa di masa depan budidaya tanaman energi diprediksi tidak dilakukan di darat. Karena, daratan akan digunakan untuk budidaya tanaman pangan dan sumberdaya air. Hasil penelitian National Renewable Energy Laboratory, Amerika Serikat menunjukkan, minyak nabati yang diperoleh dari budidaya alga mikro di air 30 kali lebih banyak dibanding dengan minyak nabati yang diperoleh di darat. ''Jika itu benar terjadi, Indonesia berpotensi besar karena memiliki garis pantai terpanjang di dunia,'' tegas Iman. Ikhtisar:
Bahan bakar nabati berhasil menarik perhatian, rasa ingin tahu, dan menggairahkan dibanding yang lain.
Konvergensi antara konsep motor bensin dan diesel juga menjadi pilihan yang memungkinkan.(Sumber: Republika/eye/WB )
Pengurangan emisi karbondioksida (CO2) dari sektor transportasi diprediksi masih sulit dilakukan. Ini lantaran begitu pesatnya pertumbuhan populasi otomotif dari sisi kebutuhan dan permintaan. Padahal, dalam persentase, emisi CO2 di dunia dari sektor transportasi yang menyebabkan pemanasan global mencapai 13,5 persen. Untuk mengurangi emisi C02 dari sisi suplai, kecenderungan perkembangan teknologi (motor bakar) adalah konsumsi energi yang rendah, emisi rendah, dan performa yang maksimal. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan pengendalian proses pembakaran dengan teknologi tinggi dan sifat bahan bakar yang spesifik, ramah lingkungan, dan berkualitas. Sementara, peran Indonesia dalam hal teknologi tinggi di bidang otomotif adalah pengguna yang sangat tergantung pada indutri prinsipal atau original equipment manufacturer. ''Tapi, dalam masalah bahan bakar kita mempunyai potensi tinggi, terutama bahan bakar alternatif baik baru maupun terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan kecenderungan perkembangan motor bakar,'' ujar peneliti di Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman K Reksowardojo dalam Konggres Ilmu Pengetahuan Nasional IX, pekan lalu. Menurut Iman, berbagai pilihan teknologi motor untuk menurunkan emisi C02 dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yakni konsep motor, bahan bakar alternatif, dan konsep selain teknologi motor. ''Dalam penggunaan bahan bakar alternatif, bahan bakar nabati berhasil menarik perhatian, rasa ingin tahu, dan menggairahkan dibanding yang lain,'' jelasnya. Pasalnya, kata Iman, perubahan teknologi yang dibutuhkan tidak banyak, hampir semua bahan bakar nabati dapat dicampurkan dengan bahan bakar tradisional. ''Jadi kendaraan dan infrastruktur distribusi bahan bakar dapat menggunakan yang telah ada,'' cetusnya. Namun demikian, ingat Iman, lahan yang digunakan untuk tanaman energi terbatas dan berpotensi terjadi konflik antara pasar makanan dan pasar bahan bakar. Lebih jauh dia menyatakan, bahan bakar nabati dapat menyebabkan konversi hutan menjadi tanah untuk tanaman energi yang mungkin akan merusak lingkungan secara permanen. ''Di lain pihak, bahan bakar gas, baik liquefied petroleum gas (LPG) dan compressed natural gas (CNG) sudah hadir bersamaan dengan bahan bakar tradisional lainnya,'' tegasnya. Bahan bakar gas, kata Iman, walau merupakan bahan bakar fosil, akan mengemisikan CO2 lebih rendah dibanding dengan bahan bakar tradisional. Juga, penyesuaian teknologi yang diperlukan relatif sederhana dan terjangkau. ''Jadi, dengan harga yang rendah dan insentif pajak, bahan bakar gas merupakan alternatif yang tersedia untuk jangka pendek di masa depan. Tapi, ini memerlukan infrastruktur tambahan,'' ingatnya. Sebelumnya, pendapat para pakar otomotif menyatakan bahwa motor bensin dan diesel masih akan mendominasi otomotif hingga beberapa dekade ke depan. Dr Klaus Draeger dari produsen mobil BMW menyatakan, perbaikan melalui 'pengecilan motor', muatan ruang bakar, dan injeksi langsung bahan bakar, memberi jalan dan potensi untuk menurunkan emisi di masa depan. Konvergensi antara konsep motor bensin dan diesel juga menjadi pilihan yang memungkinkan, sebagai konsep yang mengkombinasikan keuntungan kedua konsep teknologi tersebut. Di sisi lain Iman mengaku efisiensi dari motor bahan bakar torak akan terus meningkat dengan majunya elektrifikasi dan hibridisasi. Motor listrik kecil akan digunakan untuk sisem start-stop, pengereman regeneratif, dan 'pembantu motor'. Dalam hal sistem hibrida penuh (full hybrids) karena biaya tinggi untuk perolehan emisi, maka perkembangan pasar akan rendah. ''Konsumen diprediksi tak bersedia membayar lebih untuk teknologi ini. Selain itu sistem hibrida penuh masih mempunyai kelemahan dalam penyimpanan energi,'' cetusnya. Dengan melihat jauh ke depan, kata Iman, peran motor bakar torak akan digantikan oleh sel bahan bakar (fuel cell) dengan mengambil manfaat perkembangan komponen-komponen hibrida. '' Jadi ini akan mengurangi biaya perubahan dari satu konsep teknologi ke konsep teknologi lain, seperti halnya motor bakar torak ke hibrida,'' jelasnya. Namun, Iman memprediksi dominasi sel bahan bakar masih belum terjadi dekade ke depan, meski sel bahan bakar akan diintroduksi pada pertengahan periode berikutnya. ''Masih dibutuhkan beberapa tahun untuk dapat diterima sepenuhnya oleh konsumen, bukan hanya soal harga, tapi fungsi juga harus atraktif. Selain itu, juga membutuhkan infrastruktur dan kendaraan yang mempunyai ketahanan baik dan akhirnya masalah biaya dari umur kendaraan,'' tegasnya. Terlepas dari semua yang dijelaskan, kata Iman, sel bahan bakar sudah menjadi topik yang penting sehingga setiap industri otomotif yang besar tidak dapat mengabaikannya lagi. ''Tapi, ini masih membutuhkan waktu,'' ingatnya. Konsekuensinya, kata Iman, motor bakar torak masih akan menjadi bagian penting dari transportasi beberapa dekade ke depan. Walau ini terlihat seperti menjauhkan dari mimpi 'nir emisi', lanjut dia, tapi ini memperlihatkan bahwa perbaikan motor bakar torak saat ini adalah krusial untuk lingkungan dan bukan hanya solusi jangka pendek. ''Sama halnya dengan hibrida yang merupakan jembatan teknologi menuju sel bahan bakar,'' jaminnya. Iman berpendapat, Indonesia akan mengalami kesulitan jika mencoba berkontribusi pada pilihan teknologi konsep motor dan konsep selain teknologi motor. ''Masalahnya, peran Indonesia pada teknologi industri otomotif hanya sebagai pengguna dan tidak memiliki potensi mengaplikasi teknologi tinggi,'' keluhnya. Namun, pada pilihan bahan bakar alternatif terutama bahan bakar nabati, kata Iman, Indonesia mempunyai potensi dan kesempatan besar berperan dalam pengembangan, penelitian, penggunaan, dan produksi. Ia lantas menyebutkan potensi Indonesia sebagai negara nomor dua setelah Brasil dalam hal keanekragaman hayati darat dan nomor satu bila keanekaragaman hayati air diperhitungkan. ''Ini merupakan sumber energi nabati yang dapat diubah menjadi bahan bakar nabati,'' tegasnya. eberapa penelitian melaporkan bahwa di masa depan budidaya tanaman energi diprediksi tidak dilakukan di darat. Karena, daratan akan digunakan untuk budidaya tanaman pangan dan sumberdaya air. Hasil penelitian National Renewable Energy Laboratory, Amerika Serikat menunjukkan, minyak nabati yang diperoleh dari budidaya alga mikro di air 30 kali lebih banyak dibanding dengan minyak nabati yang diperoleh di darat. ''Jika itu benar terjadi, Indonesia berpotensi besar karena memiliki garis pantai terpanjang di dunia,'' tegas Iman. Ikhtisar:
Bahan bakar nabati berhasil menarik perhatian, rasa ingin tahu, dan menggairahkan dibanding yang lain.
Konvergensi antara konsep motor bensin dan diesel juga menjadi pilihan yang memungkinkan.(Sumber: Republika/eye/WB )
Teknologi informasi
Teknologi informasi
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
lebih cepat
lebih luas sebarannya, dan
lebih lama penyimpanannya.
Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
[sunting] Lihat pula
Bahasa pemrograman
Istilah Internet Indonesia
Komputer
Perangkat keras
Perangkat lunak
[sembunyikan]
l • d • sBidang utama teknologi
Ilmu terapan
Kecerdasan buatan · Teknologi keramik · Teknologi komputasi · Elektronika · Teknologi energi · Penyimpanan energi · Rekayasa fisika · Teknologi lingkungan · Teknik material · Teknik material · Mikroteknologi · Nanoteknologi · Teknologi nuklir · Rekayasa optik · Komputer quantum
Olahragadan Rekreasi
Peralatan berkemah · Tempat bermain · Peralatan olahraga
Informasidan Komunikasi
Teknologi informasi · Teknologi komunikasi · Grafis · Teknologi musik · Pengenalan suara · Teknologi visual
Industri
Konstruksi · Teknik finansial · Manufaktur · Mesin · Pertambangan
Militer
Bom · Senapan · Amunisi · Teknologi militer dan peralatan · Teknik kelautan · Pesawat tempur · Kapal perang · Peluru kendali · Tank
Rumah tangga
Peralatan rumah tangga · Teknologi rumah tangga · Teknologi pendidikan · Teknologi pangan
Teknik
Teknik material · Teknik finansial · Teknik kelautan · Teknik biomedis · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Teknik pertanian · Teknik arsitektur · Rekayasa biologi · Teknik bioproses · Teknik biomedis · Teknik kimia · Teknik sipil · Teknik komputer · Teknik konstruksi · Teknik listrik · Teknik elektro · Teknik lingkungan · Teknik industri · Teknik mesin · Teknik mekatronika · Teknik metalurgi · Teknik pertambangan · Teknik nuklir · Teknik perminyakan · Teknik perangkat lunak · Teknik struktur · Rekayasa jaringan
Kesehatandan Keselamatan
Teknik biomedis · Bioinformatika · Bioteknologi · Informatika kimiawi · Teknologi perlindungan kebakaran · Farmakologi · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan
Transportasi
Angkasa luar · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Kendaraan bermotor · Teknologi luar angkasa
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
lebih cepat
lebih luas sebarannya, dan
lebih lama penyimpanannya.
Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
[sunting] Lihat pula
Bahasa pemrograman
Istilah Internet Indonesia
Komputer
Perangkat keras
Perangkat lunak
[sembunyikan]
l • d • sBidang utama teknologi
Ilmu terapan
Kecerdasan buatan · Teknologi keramik · Teknologi komputasi · Elektronika · Teknologi energi · Penyimpanan energi · Rekayasa fisika · Teknologi lingkungan · Teknik material · Teknik material · Mikroteknologi · Nanoteknologi · Teknologi nuklir · Rekayasa optik · Komputer quantum
Olahragadan Rekreasi
Peralatan berkemah · Tempat bermain · Peralatan olahraga
Informasidan Komunikasi
Teknologi informasi · Teknologi komunikasi · Grafis · Teknologi musik · Pengenalan suara · Teknologi visual
Industri
Konstruksi · Teknik finansial · Manufaktur · Mesin · Pertambangan
Militer
Bom · Senapan · Amunisi · Teknologi militer dan peralatan · Teknik kelautan · Pesawat tempur · Kapal perang · Peluru kendali · Tank
Rumah tangga
Peralatan rumah tangga · Teknologi rumah tangga · Teknologi pendidikan · Teknologi pangan
Teknik
Teknik material · Teknik finansial · Teknik kelautan · Teknik biomedis · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Teknik pertanian · Teknik arsitektur · Rekayasa biologi · Teknik bioproses · Teknik biomedis · Teknik kimia · Teknik sipil · Teknik komputer · Teknik konstruksi · Teknik listrik · Teknik elektro · Teknik lingkungan · Teknik industri · Teknik mesin · Teknik mekatronika · Teknik metalurgi · Teknik pertambangan · Teknik nuklir · Teknik perminyakan · Teknik perangkat lunak · Teknik struktur · Rekayasa jaringan
Kesehatandan Keselamatan
Teknik biomedis · Bioinformatika · Bioteknologi · Informatika kimiawi · Teknologi perlindungan kebakaran · Farmakologi · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan
Transportasi
Angkasa luar · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Kendaraan bermotor · Teknologi luar angkasa
Teknologi
Teknologi
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi.
Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
[sunting] Cabang teknologi masa kini
Bioteknologi
Mikroteknologi
Nanoteknologi
Rekayasa biomedis
Rekayasa listrik
Rekayasa lalu lintas
Teknologi antariksa
Teknologi elektronik
Teknologi Informasi
Teknologi Instrumentasi
Teknologi komputer
Teknologi nuklir
Teknologi penyimpanan energi
Teknologi permesinan
Teknologi persenjataan
Teknologi telekomunikasi
Teknologi tepat guna
Teknologi transportasi
Teknologi visual
Teknologi energi
Teknologi bahan
[sunting] Lihat pula
Senjata
Sosio-teknologi
[sunting] Pranala luar
Portal Teknologi
Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Republik Indonesia
Dewan Riset Nasional (DRN)
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Indonesian Languages & Cultures (ILC)
[sembunyikan]
l • d • sBidang utama teknologi
Ilmu terapan
Kecerdasan buatan · Teknologi keramik · Teknologi komputasi · Elektronika · Teknologi energi · Penyimpanan energi · Rekayasa fisika · Teknologi lingkungan · Teknik material · Teknik material · Mikroteknologi · Nanoteknologi · Teknologi nuklir · Rekayasa optik · Komputer quantum
Olahragadan Rekreasi
Peralatan berkemah · Tempat bermain · Peralatan olahraga
Informasidan Komunikasi
Teknologi informasi · Teknologi komunikasi · Grafis · Teknologi musik · Pengenalan suara · Teknologi visual
Industri
Konstruksi · Teknik finansial · Manufaktur · Mesin · Pertambangan
Militer
Bom · Senapan · Amunisi · Teknologi militer dan peralatan · Teknik kelautan · Pesawat tempur · Kapal perang · Peluru kendali · Tank
Rumah tangga
Peralatan rumah tangga · Teknologi rumah tangga · Teknologi pendidikan · Teknologi pangan
Teknik
Teknik material · Teknik finansial · Teknik kelautan · Teknik biomedis · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Teknik pertanian · Teknik arsitektur · Rekayasa biologi · Teknik bioproses · Teknik biomedis · Teknik kimia · Teknik sipil · Teknik komputer · Teknik konstruksi · Teknik listrik · Teknik elektro · Teknik lingkungan · Teknik industri · Teknik mesin · Teknik mekatronika · Teknik metalurgi · Teknik pertambangan · Teknik nuklir · Teknik perminyakan · Teknik perangkat lunak · Teknik struktur · Rekayasa jaringan
Kesehatandan Keselamatan
Teknik biomedis · Bioinformatika · Bioteknologi · Informatika kimiawi · Teknologi perlindungan kebakaran · Farmakologi · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan
Transportasi
Angkasa luar · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Kendaraan bermotor · Teknologi luar angkasa
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi.
Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
[sunting] Cabang teknologi masa kini
Bioteknologi
Mikroteknologi
Nanoteknologi
Rekayasa biomedis
Rekayasa listrik
Rekayasa lalu lintas
Teknologi antariksa
Teknologi elektronik
Teknologi Informasi
Teknologi Instrumentasi
Teknologi komputer
Teknologi nuklir
Teknologi penyimpanan energi
Teknologi permesinan
Teknologi persenjataan
Teknologi telekomunikasi
Teknologi tepat guna
Teknologi transportasi
Teknologi visual
Teknologi energi
Teknologi bahan
[sunting] Lihat pula
Senjata
Sosio-teknologi
[sunting] Pranala luar
Portal Teknologi
Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Republik Indonesia
Dewan Riset Nasional (DRN)
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Indonesian Languages & Cultures (ILC)
[sembunyikan]
l • d • sBidang utama teknologi
Ilmu terapan
Kecerdasan buatan · Teknologi keramik · Teknologi komputasi · Elektronika · Teknologi energi · Penyimpanan energi · Rekayasa fisika · Teknologi lingkungan · Teknik material · Teknik material · Mikroteknologi · Nanoteknologi · Teknologi nuklir · Rekayasa optik · Komputer quantum
Olahragadan Rekreasi
Peralatan berkemah · Tempat bermain · Peralatan olahraga
Informasidan Komunikasi
Teknologi informasi · Teknologi komunikasi · Grafis · Teknologi musik · Pengenalan suara · Teknologi visual
Industri
Konstruksi · Teknik finansial · Manufaktur · Mesin · Pertambangan
Militer
Bom · Senapan · Amunisi · Teknologi militer dan peralatan · Teknik kelautan · Pesawat tempur · Kapal perang · Peluru kendali · Tank
Rumah tangga
Peralatan rumah tangga · Teknologi rumah tangga · Teknologi pendidikan · Teknologi pangan
Teknik
Teknik material · Teknik finansial · Teknik kelautan · Teknik biomedis · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Teknik pertanian · Teknik arsitektur · Rekayasa biologi · Teknik bioproses · Teknik biomedis · Teknik kimia · Teknik sipil · Teknik komputer · Teknik konstruksi · Teknik listrik · Teknik elektro · Teknik lingkungan · Teknik industri · Teknik mesin · Teknik mekatronika · Teknik metalurgi · Teknik pertambangan · Teknik nuklir · Teknik perminyakan · Teknik perangkat lunak · Teknik struktur · Rekayasa jaringan
Kesehatandan Keselamatan
Teknik biomedis · Bioinformatika · Bioteknologi · Informatika kimiawi · Teknologi perlindungan kebakaran · Farmakologi · Teknik keselamatan · Teknik kesehatan
Transportasi
Angkasa luar · Teknik penerbangan · Teknik perkapalan · Kendaraan bermotor · Teknologi luar angkasa
Langganan:
Komentar (Atom)